berita olah raga

   1.Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco memuji permainan dari pengganti Andritany Ardhiyasa, Rizky Darmawan. Menurutnya, kiper muda itu tampil bagus dan menunjukkan kelasnya.
Dalam laga yang dimenangi Persija 2-1 atas Borneo FC, Sabtu (28/10), itu Andritany memang tak bisa bermain. Hal itu setelah dia menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
Rizky kemudian ditunjuk untuk mengawal gawang Persija. Penampilannya terbilang bagus dan jadi salah satu penentu kemenangan Macan Kemayoran.
"Rizky kiper bagus dan punya kualitas. Kami punya Andritany, kiper paling bagus. Tapi Rizky bisa main dan bantu tim dengan cukup bagus. Dia tidak takut sama sekali dan berhasil melakukan banyak penyelamatan," ungkap Teco usai laga.
Pelatih asal Brasil itu juga memuji Bambangkas. Bepe, menurutnya, kian matang dan membuktikan kelasnya usai cetak gol dan assist dalam laga di Samarinda itu.
"Bepe pemain yang bagus. Kualitas dan penyelesaian akhirnya menunjukkan kelas dia," tandas Teco.

  2. Terdegradasinya Gresik United membuat Jawa Timur (Jatim) kehilangan satu wakilnya di kompetisi kasta tertinggi Liga 1. Jika melihat persaingan di kompetisi Liga 2 saat ini, ada dua tim Jatim yang punya peluang naik kasta. Mereka adalah Persebaya Surabaya dan PS Mojokerto Putra (MP).
Pelatih Arema FC, Joko Susilo memang menyayangkan terdegradasinya Gresik United ke Liga 2 musim depan. Sebab turunnya Laskar Joko Samudro - julukan Gresik United, membuat komposisi tim Jatim di Liga 1 menyisakan tiga klub yakni Arema, Madura United, dan Persela Lamongan.
"Siapa tahu ada gantinya," kata mantan pemain Arema era 1990-an tersebut seusai pertandingan kontra Gresik United, Rabu (25/10) lalu.
Melihat kondisi itu, Joko Susilo berharap ada tim Jatim yang naik kasta untuk menggantikan Gresik United. Bagi juru racik yang akrab disapa Gethuk ini, pihaknya memberikan dukungan kepada siapapun tim Jatim untuk naik ke kasta tertinggi, tak terkecuali Persebaya.
"Kami sesama Jawa Timur pasti mendukung tim Jatim. (Itu) pasti. Tidak hanya Persebaya sebetulnya, tapi tim-tim Jatim kami harapkan bisa di Liga 1. Dan yang di Liga 1 kami harap tidak terdegradasi. Itu bentuk kebersamaan kita," tutur Gethuk.

   3. Persija Jakarta sukses melakoni comeback istimewa di markas Borneo FC, Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (28/10). Bambang Pamungkas yang moncer menjadi salah satu pemanis.
Bermain di depan pendukungnya, Borneo FC sangat tampil impresif sejak awal. Mereka beberapa kali megancam gawang Macan Kemayoran di babak pertama.
Akan tetapi, gol sendiri baru tercipta menit 51. Dialah Sutan Samma yang merangsek masuk dari sisi kanan pertahanan Persija. Dia lantas melepaskan sepakan keras ke gawang Rizky Darmawan.
Persija coba bereaksi. Stefano Cugurra Teco lantas memasukkan Ramdani Lestaluhu sembilan menit kemudian.
Keputusan itu nyatanya berbuah istimewa. 15 menit berada di lapangan, Ramdani sukses catatkan namanya di papan skor. Umpan apik Orah diterima oleh Bepe dan diselesaikan dengan cantik oleh Ramdani.
Tim tamu akhirnya melakoni comeback usai Bambang Pamungkas mecetak gol menit 81. Umpan cantik Hargi berhasil diselesaikan apik oleh Bepe.
Itu merupakan gol ketiga Bepe dalam dua laga terakhir. Selain itu, Bepe juga mejadi pemain ke-56 di Liga 1 yang mencatat gol + assist dalam 1 laga.
Hingga peluit panjang, skor 2-1 untuk tim tamu tak berubah. Persija tembus lima besar dengan 55 poin dari 32 laga.
Ini juga bisa jadi modal berharga jelang menghadapi Persib Bandung, awal Oktober nanti. Sementara, Borneo FC terpaku di urutan kedelapan dengan raihan 46 poin.
Susunan Pemain:
Pusamania Borneo: Muhammad Ridho, Diego Michiels, Abdul Rahman, Kunihiro Yamashita, Matheus Henrique Do Carmo Lopes, Flavio Beck Junior (Febri Setiadi Hamzah 90’), Asri Akbar (Riswan Yusman 76’), Sultan Samma, Terens Puhiri, Lerby Eliandry, Patrich Steve Wanggai (Muhammad Rizky Yusuf 85’).
Persija Jakarta: Muhammad Rizky Darmawan, Michael Yansen Orah, Ryuji Utomo (Maman Abdurrahman 90’), Gunawan Dwi Zahyo, Muhammad Hargianto, Rohit Chand, Fitra Ridwan (Ramdani Lestaluhu 60’), Novri Setiawan, Bambang Pamungkas, Rudi Widodo (Vava Mario Yagalo 62’), Bruno Da Silva Lopes.

   4. Jawa Barat kembali membuktikan keperkasaannya di pentas sepak bola usia muda. Setelah belum lama ini menguasai Piala Menpora, kemarin bibit - bibit muda Jawa Barat menghabiskan diri menjadi yang terbaik di ajang Piala Soeratin U-15 2017.
Gelar juara diraih setelah tim besutan Asep Suherman itu menang telak 4-1 atas Sumatera Utara di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta. Striker Yadi Mulyadi tampil impresif dengan mencetak hat-trick. Masing masing di menit ke-6, 16, dan 29. Satu gol lagi disarangkan Rafil Shandyka menit ke-15. Sebiji gol Sumatera Utara dicetak Iryanto Wandik menit ke-22.
"Kami ucapkan terima kasih kepada pemain yang telah bekerja keras di lapangan sehingga kami bisa meraih gelar bergengsi ini. Ini hasil kerja keras semua elemen yang terlibat," ujar Asep Suherman.
Secara khusus Asep mengucapkan banyak terima kasih kepada KONI Jawa Barat dan KONI Bandung yang telah membantu dana sehingga timnya bisa berangkat dan berlaga di putaran final. "Kami memang kesulitan dana untuk mengarungi putaran nasional ini. Beruntung KONI Jawa Barat dan KONI Bandung bersedia membantu pendanaan sehingga kami bisa berangkat dan akhirnya menjadi juara. Ini sangat membahagiakan," beber Asep.
Seharusnya, Asprov PSSI Jawa Barat yang seharusnya mensupport tim utk berlaga di putaran nasional. "Saya tidak mau berkomentar soal itu (Asprov PSSI Jawa Barat)," cetusnya.
Sementara itu, pelatih Sumatera Utara Safei Pilly mengakui jika Jawa Barat lebih siap berlaga di babak final. "Kualitas tim sebetulnya tidak berbeda. Kuncinya ada pada tim mana yang lebih siap. Dan kali ini harus diakui Jawa Barat lebih siap untuk melakoni laga final," tuturnya.

   5. Penyerang utama PS TNI Elio Bruno Martins tampil on-fire saat berjumpa Gresik United di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (28/10) sore. Hat-trick penyerang asal Portugal ini membawa PS TNI menang dengan skor telak 3-0.
Baru lima menit babak pertama berlangsung, PS TNI langsung mencuri gol dari aksi Elio Martins. Usai menerima assist manis Redouane Zerzouri, pesepak bola asal Portugal ini dengan cerdik menjebol gawang Gresik United yang dikawal Satria Tama.
Kebobolan di menit awal membuat Gresik United tersentak. Mereka berusaha menyamakan kedudukan. Sayang PS TNI terlalu tangguh untuk ditaklukkan. Justru tim tamu sukses menggandakan kedudukan menjadi 2-0 pada menit ke-24.
Lagi-lagi Elio Martins yang menjadi petaka untuk gawang Gresik United. Menyampar umpan dari sepak pojok, sepakannya gagal diselamatkan kiper Satria Tama. Keunggulan 2-0 untuk anak buah Rudy Eka Priyambada bertahan hingga turun minum.
Elio Martins resmi mencetak hattrick pada menit ke-54. Golnya di awal babak kedua ini sukses mengantarkan PS TNI unggul 3-0 atas tuan rumah Gresik United. Kali ini ia memaksimalkan assist Erwin Ramdani untuk mengecoh kiper Satria Tama.
Meski sudah kebobolan tiga gol, Satria Tama tampil cukup baik di bawah mistar gawang Gresik United. Ia melakukan banyak penyelamatan untuk mencetah golnya kebobolan lebih banyak gol. Skor 3-0 bertahan hingga wasit Suprapto asal Medan meniup peluit panjang.
Susunan Pemain
Gresik United: Satria Tama, Ade Suhendra, Sasa Zecevic, Syahrul Mustofa (Galih Maulana Basri, 61'), Ahmad Sembiring Usman (Jusmadi, 51'), April Hadi, Dani Alvianes, Gufroni Al Maruf, Yusuke Kato, Komarudin (Obet Rivaldo 46'), Yulius Mauloko
Pelatih: Hanafi
PS TNI: Teguh Amiruddin, Andy Setyo Nugroho, Franklin Touadere, Ganjar Mukti, Erwin Ramdani, Izmy Yaman, Manahati Lestusen, Redouane Zerzouri (Guntur Triaji, 55'), Wawan Febrianto (Ahmad Nufiandani, 66'), Elio Bruno Martins (Gustur Cahyo, 76'), Abduh Lestaluhu
Pelatih: Rudy Eka Priyambada
Wasit: Suprapto (Medan)

Komentar